Cara Load Balancing PCC Mikrotik 4 Line PPPoE-OUT (Konfigurasi Lengkap Mini ISP)

Cara Load Balancing PCC Mikrotik 4 Line PPPoE-OUT (Konfigurasi Lengkap & Studi Kasus Mini ISP)

Cara LoadBalancing PCC Mikrotik 4 Line PPPOE-OUT merupakan salah satu teknik load balancing yang digunakan pada router Mikrotik untuk membagi trafik internet ke beberapa koneksi WAN secara lebih stabil dan terstruktur. Teknik ini dikenal sebagai PCC (Per Connection Classifier), dan sudah lama digunakan dalam dunia jaringan ISP, warnet, hingga hotspot skala kecil dan menengah.

Selain PCC, terdapat juga metode load balancing lain seperti NTH. Namun PCC dianggap lebih stabil karena pembagian trafik dilakukan berdasarkan koneksi (connection-based), bukan sekadar urutan paket.

Cara Load Balancing PCC Mikrotik 4 Line PPPoE-OUT (Konfigurasi Lengkap & Studi Kasus Mini ISP)

Gambar 1: Gambar Loadbalancing PCC Mikrotik 4 Jalur

Artikel ini merupakan dokumentasi implementasi nyata pada jaringan Mini ISP di Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi, yang dilakukan melalui remote Winbox pada beberapa interface PPPoE-OUT.

Apa Itu Load Balancing PCC di Mikrotik?

PCC (Per Connection Classifier) adalah metode load balancing yang membagi koneksi berdasarkan parameter tertentu seperti alamat IP sumber dan tujuan. Dengan metode ini, setiap koneksi akan “diklasifikasikan” dan diarahkan ke gateway yang berbeda secara konsisten.

Berbeda dengan NTH yang membagi berdasarkan urutan paket, PCC lebih stabil untuk aplikasi seperti browsing, login, streaming, hingga game online karena koneksi tidak mudah berpindah jalur.

Studi Kasus Implementasi PCC 4 Line PPPoE di Mini ISP Kolut

Konfigurasi ini diterapkan pada jaringan Mini ISP di Kolaka Utara (Kolut) menggunakan 4 line PPPoE-OUT. Setup dilakukan secara remote menggunakan Winbox dengan tujuan untuk:

  • Membagi beban trafik secara merata ke 4 koneksi internet
  • Meningkatkan stabilitas jaringan pelanggan
  • Mengoptimalkan bandwidth tanpa bottleneck
  • Menghindari overload pada satu jalur WAN

Masalah Umum pada Konfigurasi NAT Load Balancing

Pada beberapa referensi lama, sering ditemukan konfigurasi NAT yang berlebihan seperti multiple masquerade untuk setiap interface WAN ditambah rule global masquerade.

Secara praktik, hal ini sering menimbulkan duplikasi rule yang tidak perlu dan membuat konfigurasi kurang efisien.

Namun dalam artikel ini, pendekatan yang digunakan adalah tetap menggunakan masquerade per PPPoE interface tanpa konfigurasi NAT global tambahan.

Konfigurasi NAT Mikrotik (Referensi Lama)

Berikut adalah contoh konfigurasi NAT yang sering ditemukan pada beberapa referensi lama:

/ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=internet1 action=masquerade
add chain=srcnat out-interface=internet2 action=masquerade
add chain=srcnat out-interface=internet3 action=masquerade
add chain=srcnat out-interface=internet4 action=masquerade
add chain=srcnat out-interface=internet5 action=masquerade

add chain=srcnat action=masquerade
add chain=srcnat action=masquerade
add chain=srcnat action=masquerade
add chain=srcnat action=masquerade
add chain=srcnat action=masquerade

Dalam praktik optimasi jaringan, penggunaan NAT berulang seperti ini sering dianggap tidak efisien jika sudah menggunakan masquerade berbasis interface.

Konfigurasi Mangle PCC Mikrotik 4 Line PPPoE

Berikut adalah inti dari konfigurasi PCC yang digunakan dalam implementasi load balancing 4 line PPPoE:

/ip firewall mangle

add chain=input in-interface=pppoe-out1 action=mark-connection new-connection-mark=internet1_conn
add chain=input in-interface=pppoe-out2 action=mark-connection new-connection-mark=internet2_conn
add chain=input in-interface=pppoe-out3 action=mark-connection new-connection-mark=internet3_conn
add chain=input in-interface=pppoe-out4 action=mark-connection new-connection-mark=internet4_conn

add chain=output connection-mark=internet1_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_internet1
add chain=output connection-mark=internet2_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_internet2
add chain=output connection-mark=internet3_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_internet3
add chain=output connection-mark=internet4_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_internet4

add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=ether1 per-connection-classifier=both-addresses:4/0 \
action=mark-connection new-connection-mark=internet1_conn passthrough=yes

add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=ether1 per-connection-classifier=both-addresses:4/1 \
action=mark-connection new-connection-mark=internet2_conn passthrough=yes

add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=ether1 per-connection-classifier=both-addresses:4/2 \
action=mark-connection new-connection-mark=internet3_conn passthrough=yes

add chain=prerouting dst-address-type=!local in-interface=ether1 per-connection-classifier=both-addresses:4/3 \
action=mark-connection new-connection-mark=internet4_conn passthrough=yes

add chain=prerouting connection-mark=internet1_conn in-interface=ether1 action=mark-routing new-routing-mark=to_internet1
add chain=prerouting connection-mark=internet2_conn in-interface=ether1 action=mark-routing new-routing-mark=to_internet2
add chain=prerouting connection-mark=internet3_conn in-interface=ether1 action=mark-routing new-routing-mark=to_internet3
add chain=prerouting connection-mark=internet4_conn in-interface=ether1 action=mark-routing new-routing-mark=to_internet4

Routing Table PCC Mikrotik 4 Line PPPoE

Setelah mangle dikonfigurasi, langkah selanjutnya adalah membuat routing untuk masing-masing routing mark agar trafik keluar melalui gateway yang sesuai.

/ip route
add check-gateway=ping disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0 gateway=pppoe-out1 routing-mark=to_internet1 scope=30 target-scope=10
add check-gateway=ping disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0 gateway=pppoe-out2 routing-mark=to_internet2 scope=30 target-scope=10
add check-gateway=ping disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0 gateway=pppoe-out3 routing-mark=to_internet3 scope=30 target-scope=10
add check-gateway=ping disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0 gateway=pppoe-out4 routing-mark=to_internet4 scope=30 target-scope=10
add check-gateway=ping disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0 gateway=pppoe-out4 routing-mark=game scope=30 target-scope=10
add check-gateway=ping disabled=no distance=1 dst-address=0.0.0.0/0 gateway=pppoe-out3,pppoe-out2,pppoe-out1 scope=30 target-scope=10

Keunggulan PCC Mikrotik 4 Line PPPoE

  • Stabil untuk banyak user sekaligus
  • Pembagian koneksi lebih konsisten dibanding NTH
  • Cocok untuk ISP kecil, warnet, dan hotspot
  • Mengurangi bottleneck pada satu jalur internet

Kesimpulan

Load balancing PCC Mikrotik 4 line PPPoE merupakan solusi yang sangat efektif untuk manajemen bandwidth pada jaringan multi-WAN. Dengan metode PCC, setiap koneksi dapat didistribusikan secara lebih stabil dan konsisten dibanding metode lain seperti NTH.

Implementasi ini sangat cocok digunakan pada Mini ISP, warnet, hingga jaringan hotspot yang membutuhkan kestabilan tinggi dan distribusi trafik yang merata.

Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi referensi teknisi jaringan dalam membangun sistem load balancing Mikrotik yang lebih optimal dan profesional.