Memahami Firewall Router Mikrotik

Jasa setting mikrotik Memahami Firewall Router Mikrotik - Jasa setting mikrotik Memahami Firewall Router Mikrotik, firewall (dinding api) merupakan perangkat/tool yang digunakan untuk menentukan sebuah paket boleh masuk maupun meninggal router mikrotik. Firewall lebih cenderung kedalam system perizinan keluar masuknya sebuah data, baik datang dari jaringan internet ke arah lan, maupun dari jaringan lan kearah internet, sehingga dengan fungsi filter pada firewall jaringan di proteks sedemikian rupa. Sehingga tercapai tujuan firewall sesungguhnya, yakni mengamankan jaringan baik masuk maupun keluar.

Firewall router mikrotik


Dalam memproses data yang masuk maupun keluar dari mikrotik, mikrotik menyediakan beberapa buah proses pemeriksaan, yang kita kenal dengan sebuatan CHAIN. Chain utama mikrotik ada 5 buah yakni:

  1. Input
  2. Output
  3. Forward
  4. Postrouting
  5. Prerouting
dan salah satu chain penting disebut juga custom chain, menggunakan pitur jump pada action mikrotik.

INPUT


Proses pemeriksaan paket di izinkan atau tidak masuk kedalam sebuah router, proses ini disebut juga local proses, karena proses terjadi didalam router itu sendiri. Semua yang masuk kedalam router melewati chain input

OUTPUT


Proses pemeriksaan paket yang akan meninggalkan router, proses ini juga termasuk dalam local proses, setiap paket sebelum menuju interface keluar yang meninggalkan router akan melewati chain output.

FORWARD


Proses pemeriksaan paket data yang akan di teruskan dari sebuah interface ke interface lain, tanpa melalui proses didalam router, artinya semua proses paket yang dari luar router menuju keluar router (misalnya dari jaringan lan ke jaringa internet) akan melewati chain output. Singkatnya data hanya numpang lewat didalam router.

PREROUTING


Proses pemeriksaan paket data yang masuk kedalam router, sebelum di proses lebih lanjut. Masuk melewati chain prerouting, prerouting di gunakan dalam table mangle, sedangkan chain input, output, forward kita bisa gunakan di tabel filter maupun table mangle. Proses lebih lanjut tersebut dapat terjadi di filter, nat, routing.

POSTROUTING


Proses pemeriksaan data yang meninggalkan router, lewat out-interface sebelum di proses lebih lanjut.

Selain chain diata ada beberapa pitur lain yang tak kalah penting didalam firewall filter router mikrotik, kita bisa melakukan proses filtering firewall berdasarkan protocol, dst-address, src-address, dst-port, connection-state, in-interface, out-interface dan lain sebagainya, bahkan berdasarkan connection-byte bisa juga di lakukan.

Salah satu hal penting firewall mikrotik yakni connection-state, connection-state ada beberapa jenis yang harus kita kenali

  • invalid = paket yang tidak memiliki koneksi apapun yakni invalid.
  • new =  merupakan paket pertama pembuka sebuah koneksi.
  • estabilish = merupakan paket lanjutan dari status paket new sebelumnya, dimana paket koneksi sudah terjalin dan tercipta.
  • related = paket pembuka sebuah koneksi, dimana paket ini masih berhubungan dengan paket koneksi sebelumnya

Jasa Setting Router MikroTik: Cara Konfigurasi EoIP Tunnel Antar Kantor

Jasa Setting Router MikroTik: Cara Konfigurasi EoIP Tunnel Antar Kantor. Dalam era digitalisasi korporasi yang bergerak sangat dinamis saat ini, integrasi infrastruktur jaringan komputer antar-kantor cabang telah menjadi kebutuhan operasional yang sangat krusial. Perusahaan yang memiliki kantor pusat dan kantor cabang di lokasi geografis berbeda sering kali menghadapi kendala dalam hal pertukaran data lokal, enkripsi file sharing, hingga akses sistem basis data internal yang terpusat. Untuk mengatasi batasan jarak fisik tersebut, memanfaatkan keahlian dari penyedia layanan profesional jasa setting router MikroTik untuk membangun teknologi jaringan pribadi (VPN) adalah langkah solusi yang paling tepat.

Referensi Model Osi Jaringan Komputer

Jasa setting mikrotik - memahami jaringan komputer tentu tak lepas dari kita memahami bagaimana data itu bisa sampai ke tujuannya. Informasi maupun data sampai atau terkirim dari komputer kita memiliki proses tertentu sehingga tercapai tujuan dari jaringan komputer itu sendiri ( berbagi resource).

Informasi sampai kekomputer kita ataupun terkirim memiliki proses yang sangat panjang serta melewati lapisan-lapisan (layer). Pertama sekali informasi di olah menjadi data kemudian menjadi segmen-segmen - kemudian di olah lagi menjadi bagian paket-paket - diolah lagi menjadi bagian lebih kecil yaitu frame-frame - terakhir di olah dan di pecah menjadi bagian lebih kecil lagi yaitu menjadi bagian bit-bit yang di transmisikan lewat kabel jaringan maupun wireless ke node-node penerima kemudian di proses kembali seperti sebelumnya sehingga di ketahui kembali informasi asalnya.

Untuk mempermudah transformasi data tersebut, memahami pengertiannya dan mengerti akan lapisannya, serta mempermudah vendor-vendor pembuat hardware jaringan komputer, di sepakatilah sebuah referensi umum yang di sebut osi layer ( lapisan OSI). Osi sendiri memiliki kepanjangan Opens System Interconnection yang di buat oleh ISO (International Standarisation Organization).

OSI memberikan 7 buah layer standar terhadap transimi informasi, adapun 7 buah lapisan standar tersebut adalah

  1. Aplication
  2. Presentation
  3. Session
  4. Transport
  5. Network
  6. Data Link
  7. Phisik

Lapisan 1,2,3 yakni lapisan Aplication, presentation, session sering di sebut lapisan paling atas (UPPER LAYER) sedangkan lapisan 4,5,6,7 yakni transport, network, data link, pisik, sering di sebut lapisan bawah (LOWER LAYER). Bagaiman data di olah di masing-masing layer, dapat kita fahami pada pengertian masing-masing lapisan referensi model osi berikut.

Lapisan 7 Aplication Data
Lapisan 6 Presentation
Lapisan 5 Session
Lapisan 4 Transport Segmen
Lapisan 3 Network Paket
Lapisan 2 Data link Frame-frame
Lapisan 1 Phisik Bit - Bit

Proses penambahan header Information (Encapsulation)


Lapisan Proses Encapsulation
Aplication, presentation, session Lapisan dimana proses data di buah menjadi segmen atau data stream
Transport Lapisan dimana Segment di ubah menjadi paket atau datagram
Data Link Lapisan yang bertanggung jawab mengubah paket menjadi Frame
Phisik Lapisan yang bertanggung jawab mengubah frame menjadi bit-bit data


APLICATION.

Aplication merupakan lapisan paling tinggi dalam lapisan referensi model osi jaringan komputer, aplication menduduki lapisan nomor-7, dalam standar osi layer. Dimana layer aplication yang menjadi standar dalam pemberian layanan ke jaringan komputer untuk aplikasi pemakai dan mengadakan komunikasi dari program ke program

Contohnya: telnet, ftp, smtp, pop3, nfs (network file sharing), ftf, dns dan lain sebagainya.

PRESENTATION





Membuat Update data php mysql

Membuat Update data php mysql - Membuat Update data php mysql jika kemarin-kemarin berbicara mengenai input lihat isi database / menampilkan isi database dengan php tulisan berikutnya tentang bagaimana cara membuat update isi database dengan php.

Membuat update data base mysql dengan php berikut masih sangat-sangat sederhana, bisa dikembangkan agar dapat melakukan validasi terhadap inputan, maupun parsing code-code phpnya untuk menghindari mysql injection, tapi sebagai tahap pembelajaran php mysql, code ini menjadi sangat penting dan dasar sekali. Berikut kode edit data php kemudian update di lakukan.
<html>
    <head>
        <title> Edit data </title>
    </head>
<body>
<?php
include('koneksi.php');
$id=$_GET['id_siswa'];
$edit=mysql_query("SELECT * FROM data_siswa WHERE id_siswa='$id'");
$data=mysql_fetch_array($edit);
?>
<form action="update.php" method="POST">
<input type="hidden" name="no" value="<?php echo $data['id_siswa'];?>" />
Nisn <input type="text" name="nisn" value="<?php echo $data['nisn_siswa'];?>"/>
Nama <input type="text" name="nama" value="<?php echo $data['nama_siswa'];?>"/>
<input type="submit" name="update" value="update" />
</form>
</body>
</html>
Kemudian buat halaman update.php

<?php
include('koneksi.php');
$id=$_POST['id_siswa'];
$nisn=$_POST['nisn_siswa'];
$nama=$_POST['nama_siswa'];

mysql_query("UPDATE siswa_tbl set nisn_siswa='$nisn',nama_siswa='$nama' WHERE id_siswa='$id'");
?>